Kamis, 09 Juni 2011

VAKSIN

Vaccina atau yang lebih dikenal dengan Vaksin sering kita dengar dalam istilah kesehatan. Vaksin ialah sediaan yang mengandung antigen, dapat berupa kuman mati, kuman inaktif, kuman hidup yang dilumpuhkan virulensinya tanpa merusak potensi antigennya. Vaksin digunakan untuk menimbulkan kekebalan aktif dan khas terhadap infeksi kuman atau toksinnya.
Vaksin dibuat dari bakteri, riketsia, virus atau toksin dengan cara berbeda-beda sesuai jenisnya seperti yang tertera pada masing-masing monografi, sedemikian rupa sehingga masih tetap identitasnya dan bebas dari cemaran jasad renik.
Zat tambahan yang cocok dapat ditambahkan sewaktu pembuatan, tetapi penisilina atau streptomisina tidak boleh digunakan pasa setiap tahap pembuatan atau dalam hasil akhir. Jika streptomisina digunakan dalam pembuatan biakan sel untuk vaksin virus, harus dibebaskan dari medium pembenihannya sewaktu hendak ditunasi virus.
Hasil akhir diwadahkan secara teknik aseptik kedalam wadah steril dan akhirnya ditutup kedap untuk menghilangkan cemaran. Bakterisida yang cocok dapat ditambahkan kedalam vaksin inaktif steril dan selalu ditambahkan, kecuali kemungkinan akan terjadi kemunduran anti septiknya dalam kondisi yang berbeda.
Untuk vaksin yang kering dibekukan, cara pengeringbekuannya harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan mengurangi kadar air sehingga tidak kurang dari 2,0%. Jika vaksin mengandung fenol, kadar tidak boleh lebih dari 0,5% b/v. Penambahan fenol tidak diharuskan.
Sterilitas semua vaksin steril harus memenuhi syarat uji sterilitas yang tertera pada uji keamanan hayati. Penyimpanan kecuali dinyatakan lain. Vaksin cair disimpan pada suhu 2° hingga 10° hindarkan terjadinya pembekuan, vaksin kering disimpan pada suhu tidak lebih dari 20°, terlindung dari cahaya.
Penandaan pada etiket juga harus tertera, seperti ;
1. Banyaknya ml jumlah dalam wadah, untuk vaksin cair
2. Dosis, dan
3. Daluwarsa
☆ VAKSIN BAKTERI
Biakan bakteri dapat ditumbuhkan pada medium perbenihan padat. Kuman dipanen dari perbenihan menggunakan larutan klorida P atau zat pembawa lain yang cocok.
Medium perbenihan cair dapat juga digunakan untuk biakan bakteri sebagian atau seluruhnya. Biakan dapat digunakan untuk membuat vaksin yang dapat dilakukan secara kimia,fisika atau biokimia. Untuk vaksin steril, kuman dimatikan sedemikian rupa sehingga harus tetap menguasai potensi pengebal.
Dapat ditetapkan jumlah bakteri yang hidup atau yang mati per ml spesies atau varietas bakteri yang terdapat dalam sediaan. Dapat juga ditetapkan derajat kesuburan. Pemerian suspensi : umumnya putih dalam cairan tak berwarna atau cairan agak berwarna. Toksisitas abnormal memenuhi syarat toksisitas abnormal yang tertera pada uji keamanan hayati.
☆ VAKSIN VIRUS DAN VAKSIN RIKETSIA
Vaksin dibuat dari jaringan darah yang diperoleh dari hewan yang terinfeksi dari biakan perbenihan telur atau biakan jaringan. Kuman dapat dimatikan sebagian atau seluruh biakan yang dapat dilakukan dengan cara fisika, kimia ataupun biokimia.
Bakterisida yang cocok dapat ditambah kedalam vaksin steril, vaksin virus hidup ataupun vaksin riketsia hidup asalkan bakterisida itu tidak mempunyai keaktifan terhadap virus atau riketsia.
☆ TOKSIDA BAKTER I
Dibuat dari toksin yang dihasilkan dari biakan bakteri dengan cara menghilangkan atau setidaknya mengurangi toksisitasnya hingga batas serendah mungkin dengan cara kimia, fisika ataupun biokimia tanpa menghilangkan atau mengurangi daya pengebalannya.
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna atau suspensi, zarah putih atau abu-abu dalam cairan tidak berwarna atau kuning.
Toksisitas abnormal memenuhi syarat toksisitas abnormal yang tertera dalam uji keamanan hayati.
☆ VAKSIN CAMPUR
Merupakan campuran dari dua vaksin tunggal atau lebih.
Pemerian : cairan jenuh atau suspensi dengan berbagai opelesennya, umumnya putih dalam cairan tidak berwarna atau agak berwarna.
Toksisitas abnormal memenuhi syarat toksisitas abnormal yang tertera pada uji keamanan hayati.


Sumber : Buku Farmakognosi Jilid III (kelas III)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar